4 Hal yang Membuat Suasana Wisuda Siswa MAN IC Serpong Mengharukan

Hari ini Sabtu 5 Mei 2018 Pengukuhan Kelulusan Siswa angkatan ke-21 MAN Insan Cendekia Serpong diikuti 155 siswa kelas XII tahun pelajaran 2017/2018. Pada setiap momentum wisuda di MAN Insan Cendekia Serpong suasananya sangat sakral, haru dan bahagia seperti yang ditulis Pak Tri Haryanto guru sosiologi dalam akun facebooknya di bawah ini:

Ini momen kedelapan kalinya saya hadir dan ikut prosesi wisuda di MAN Insan Cendekia Serpong momentum penuh haru, bahagia dan bangga selalu menyelimuti di setiap wisuda disini. Menyaksikan wisuda di MAN IC Serpong itu suasananya mirip wisuda S1 padahal ini baru tingkat SMA/MA. Tampak wajah-wajah setiap siswa bahagia luar biasa, sehingga diantara guru-guru sering berkomentar: “anak-anak itu kalau wisuda ganteng-ganteng dan cantik-cantik semua” selain karena pakaian yang tidak seperti biasa sehari-hari sekolah tapi bagi saya sebenarnya bukan tampilan fisik karena dandanan atau pakaian yang mereka pakai tapi lebih kepada suasana hati penuh bahagia dan bersyukur yang terpancar di wajah mereka. Begitu pun yang terpancar dari orang tua/wali yang hadir semua penuh senyum sumringah, kalau ada air mata maka itu air mata haru, syukur, bahagia dan bangga melihat anak-anaknya bisa menyelesaikan pendidikan 3 tahun disini.

Kebahagian para siswa dan orang tuanya tentu hal wajar karena luapan syukur yang tak terhingga. Bagaimana tidak bahagia luar biasa bisa lulus di sekolah/madrasah terbaik. Perjuangan dari hari pertama masuk ke sekolah ini sampai bisa lulus bukanlah hal mudah sebagaimana yang ditulis dalam tulisan-tulisan karya alumni di buku DORMISTORY. Paling tidak ada 4 fase menurut saya yang membuat mengapa suasana wisuda disini begitu haru, sakral dan membahagiakan layaknya wisuda kuliah.

1. Berjuang di PPDB

Fase PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) adalah fase perjuangan pertama kali yang harus dilalui setiap siswa MAN IC Serpong. Sejak awal untuk bisa daftar agar bisa ikut Tes seleksi saja sudah berat karena tidak setiap siswa lulusan SMP/MTs yang bisa daftar dan ikut tes, mereka haruslah sepuluh besar di sekolahnya (bukan kelas ya). Setelah dinyatakan lulus seleksi berkas baru mereka berhak untuk ikut tes seleksi bersaing dengan ribuan (3.000-5.000) siswa mendaftar ke MAN IC Serpong tiap tahunnya se-Indonesia. Di fase ini ada 2 tantangan yang pertama menghadapi soal tes yang sangat sulit (banyak yang bilang seperti soal-soal olimpiade sains) setelah yakin bisa mengerjakan soal tes tantangan kedua adalah mampukah nilai mereka “mengalahkan” siswa lainnya memperebutkan 120-140 kursi di MAN IC Serpong.

2. Perjuangan diawal masuk IC

Fase terberat kedua adalah awal-awal masuk ke IC, lingkungan baru apalagi siswa yang sebelumnya belum pernah sekolah berasrama, melawan rasa rindu orang tua, beradaptasi dengan teman-teman baru dengan beragam karakternya. Adaptasi paling berat adalah ketika di kelas menghadapi materi dan soal pelajaran yang dirasa lebih tinggi kadarnya dari sekolah SMA/MA lainnya. Banyak siswa “shock” diawal semester satu mereka yang biasa ketika SMP/MTs adalah siswa terbaik di sekolahnya dapat nilai yang memuaskan tapi ketika masuk disini mereka hanya “seperti rempahan peyek” ditengah meja prasmanan. Hehe. Di kelas X ini biasanya ada saja siswa tidak naik kelas yang berarti mereka harus pindah sekolah.

3. Antara OSIS dan Akademik

Fase ketiga perjuangan berat adalah saat mereka kelas XI, setelah naik kelas dan lulus dimasa awal masuk IC bukan berarti rintangan telah selesai. Fase ini juga tidak kalah berat karena siswa harus pandai membagi waktu antara kegiatan di OSIS dan kewajiban akademik di kelas. Rangkaian kegiatan besar yang harus mereka lalui seperti: SONLIS, ICARE, IFUN dan kegiatan lainnya yang menguras waktu, tenaga dan pikiran, tapi mereka juga tetap dituntut harus bagus dibidang akademik.

4. Kejar Target Lulus dengan Nilai Terbaik

Fase keempat ini tak kalah beratnya dengan fase-fase sebelumnya. Target lulus dengan nilai terbaik adalah cita-cita setiap siswa, mereka harus berjibaku intensif demi intensif harus dijalani hampir setiap hari diluar jam sekolah. Melawan kejenuhan dan rasa malas menghadapi ratusan soal dari semua matapelajaran sepanjang kelas XII. Nampak sekali wajah lelah mereka saat intensif hari-hari terakhir menjelang UN tapi saya selalu melihat kegigihan dan cita-cita mereka mengalahkan semua rasa malas, bosan dan lelah.

Keempat fase itulah yang harus dilalui setiap siswa sehingga wajar sekali jika di setiap wisuda suasana gembira, senyum, haru, syukur dan bangga menjadi satu terpancar di wajah-wajah siswa dan orang tua yang datang.

Selamat kepada DISCARIA teruslah bersyukur kepada Allah karena hakikatnya DIA lah yang melancarkan segala urusan dan memudahkan langkah kalian sampai titik ini. Dan tetap istiqomah serta bertaqwa dimana pun berada.

Kalian adalah pejuang ke-21 yang berhasil lulus di kawah candradimuka. Teruskan perjuangan kalian di jenjang yang lebih tinggi kalian adalah pejuang, dididik di lingkungan pejuang jangan mudah menyerah menghadapi kehidupan diluar sana. Semoga sukses #2045Reuni_di_IstanaNegara

2 Comments

  1. Masya Allah …. Allahu Akbar đź‘Ťđź‘Ť
    Man ICS memang Kereeeennnn luar biasa Melahirkan generasi yang Faqih dan Rabbani.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*