Abid Sang Juara Kimia

Abdullah Muqaddam atau biasa dikenal dengan Abid peraih medali emas pertama bidang kimia dan mendapat The Best Parctice diajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 di Pekanbaru Riau ini adalah tingkat tertinggi dibidang Kimia OSN. Tahun sebelumnya pada ajang yang sama OSN 2016 Abid meraih Perunggu, di tahun 2016 juga dia meraih emas Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

Selain Abid tahun ini MAN Insan Cendekia Serpong diajang OSN 2017 berhasil meraih 7 medali OSN terdiri dari 2 emas, 3 perak dan 2 perunggu.

Siswa MAN IC Serpong peraih medali OSN 2017

1. Abdullah Muqaddam Emas bidang Kimia
2. Naufal Prima Yoriko Emas bidang Astronomi
3. Abdurrafi Syauqy Perak bidang Fisika
4. Mubarok Alfa Rizqi bidang Perak Kimia
5. Narizka Nanda Purwadani bidang Perak Astronomi
6. M. Agil Wijaya Faradis Perunggu bidang Biologi
7. Taqya Izdihar Muhanandi Perunggu bidang Biologi

Abdullah Muqaddam
Kelahiran Malang 5 November 2001 anak pertama dari 4 bersaudara, berasal dari MTs N 2 Kediri dan masuk kelas akselerasi sehingga menyelesaikan jenjang MTs hanya 2 tahun. Awal ketertarikannya menekuni bidang kimia ketika di MAN Insan Cendekia Serpong dari kakak kelasnya Rafly Audifa Rahman yang sama-sama alumni MTs N 2 Kediri dan juga siswa akselerasi saat itu Rafly kelas 12 dan Abid kelaS 10. Buku-buku dari Rafly sebagai modal Abid belajar dan menekuni bidang Kimia.
(Rafly saat ini sedang pendidikan di Akademi Polisi (Akpol) pernah meraih perunggu bidang Kimia OSN 2015)

Berbekal pengalaman OSN 2016 tahun sebelumnya Abid optimis meraih yang terbaik meski kata dia “kaget juga dan tidak menyangka bisa dapat emas dan raih The Best Practice” karena menurutnya bagian tersulit saat OSN 2017 adalah pada saat tes praktikum. Dia juga sangat berterima kasih kepada seluruh pembimbing utamanya guru-guru Kimia MAN IC Serpong karena telah membina dari mengenalkan ke konsep-konsep dasar sampai pada konsep-konsep Kimia yang rumit.

Menurut ibu Susi Pawartiningtyas salah satu guru kimia mengatakan “kalau pada pendampingan lomba dan Abid terlambat, carilah di masjid terdekat, karena biasanya dia lebih suka sholat di masjid daripada mushola”. Lain halnya dengan ibu Sartini Subaryatun mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya terhadap Abid dan berharap “semoga Abid tetap semangat dan bisa mewakili Indonesia diajang International Chemistry Olympiad (IChO) 2018 di Slovakia”. Seluruh civitas mendoakan Abid semoga bisa sampai ke ajang Internasional dan setelah lulus Abid bisa diterima di Fakultas Kedokteran UI sebagaimana yang dicita-citakan.

Abid tertidur di ruang tunggu bandara Pekanbaru

Mengutip tulisan Agil Wijaya Chase That Setting Sun Medali itu hanyalah sekeping logam. Yang kelak teronggok bisu dalam lemari kaca madrasah saya. Tetapi nilai yang terkandung dalam medali itu tidak ternilai bagi saya, nilai tentang perjuangan, harapan, dan penantian.”

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*