Budaya Literasi di MAN Insan Cendekia Serpong

Literasi nampaknya telah membudaya di MAN Insan Cendekia Serpong. Banyak fakta yang menguatkan argumen ini. Tak usah jauh – jauh menerawang, tengok saja ke kamar asrama pasti ditemukan banyak buku – buku literasi yang bertebaran dengan genre yang bervariasi. Mulai dari buku ideologi hingga novel pasti tersedia, dari Tan Malaka sampai Tere Liye karyanya bertebaran dimana – mana.

Di sisi lain sekolah pun memfasilitasi penyaluran minat dan kreatifitas mereka dalam literasi dengan menyediakan ekstrakulikuler yang mencakup bidang – bidang literasi yang diminati mayoritas peserta didik. Tercatat ada 3 ekstrakulikuler yang disediakan sekolah untuk menyalurkan minat peserta didiknya, yaitu : Forum Lingkar Pena (FLP), Sinematografi, dan Jurasic (Jurnalis IC). Nah disini kita akan membahas ketiga ekskul tersebut dimulai dari FLP.
Forum Lingkar Pena (FLP) ini sendiri merupakan ekstrakulikuler yang terhitung baru muncul di MAN Insan Cendekia Serpong. Bermula pada tahun 2011, terdapat 6 orang yang memiliki minat yang sama yaitu membaca dan membedah buku bersama.mereka menamakan diri sebagai kelompencapir yang merupakan akronim dari kelompok pembaca dan pemikir. Mereka mulai merintis perjalanan mereka dengan meluncurkan buku kumpulan cerpen yang berjudul Dan Hidup Pun Beranjak Indah.

Buku-buku karya siswa

Tahun 2012, mereka bergerak lebih dinamis dengan mendirikan Forum Lingkar Pena Insan Cendekia (FLP IC) yang merupakan ranting dari Forum Lingkar Pena yang didirikan oleh Helvy Triana Rosa. Ahmad wali Radhani merupakan ketua FLP IC yang pertama. Sekarang tonggak kepemimpinan dipegang oleh Aldi Fauzan Mawardi dari Kelas XI IPA 3.
Hingga saat ini FLP IC telah menghasilkan 2 antologi yaitu yang terpinggirkan yang terlupakan dan hujan. Saat ini FLP sedang menyusun antologi ketiga dengan tema phobia & waktu. Antologi ketiga ini menggunakan jenis buku atas bawah yang merupakan inovasi dari bentuk layout antologi FLP IC yang telah ada. Selain mencetak karya – karyanya FLP IC ini sendiri beberapa kali meraih penghargaan dalam kompetisi literasi. Tercatat FLP IC setidaknya memenangkan perlombaan menulis cerpen dalam kompetisi Bulan Bahasa tingkat provinsi Banten 2015. Ada 2 peserta didik IC yang memenangi perlombaan yaitu Muchammad Ilham dengan karyanya yang berjudul secercah cahaya dari negeri orang sebagai juara pertama dan Hanif Saifurrahman dengan karyanya yang berjudul Antara Aku dan Dia sebagai juara kedua.

Selain FLP ada lagi ekstrakulikuler penyaluran bakat menulis peserta didik yaitu Jurasic (Jurnalis IC) yang merupakan salah satu ekstrakulikuler favorit di MAN Insan Cendekia Serpong. Jurasic ini sendiri telah eksis sejak tahun 2003. Jurasic ini memiliki tugas utama untuk menciptakan magnet (Magazine of generation next) yang merupakan satu – satunya majalah yang dikreasikan oleh peserta didik MAN Insan Cendekia Serpong secara mandiri. Magnet diterbitkan setiap 6 bulan sekali. Sampai saat ini, magnet telah menghasilkan 27 edisi. Edisi terbaru magnet kali ini bertemakan makanan dan magnet terbaru ini Full Colour! Saat ini, tonggak kepemimpinan Jurasic dipegang oleh Imam Farhannabil dari kelas XI IPA 4.

Selain memfasilitasi peserta didiknya yang memiliki minat dalam bidang literasi tulisan, MAN Insan Cendekia Serpong juga memfasilitasi pengembangan minat dalam bidang literasi digital yaitu dengan diadakannya ekstrakurikuler sinematografi. Sinematografi merupakan ekstrakurikuler yang diadakan dengan tujuan melatih para peserta didik yamg memiliki minat dalam bidang perfilman untuk memperoleh pengetahuan lebih di bidang perfilman seperti tata cara pembuatan scenario, pengambilan angle yang bagus untuk sebuah scene film, dan sejenisnya.

Nah, setelah pemaparan singkat tentang ekstrakulikuler literasi yang ada di MAN Insan Cendekia Serpong, terbukti kan bahwa ternyata budaya literasi telah menjadi salah satu identitas MAN Insan Cendekia Serpong. Maka, tidaklah mengejutkan jika alumni MAN Insan Cendekia Serpong mempunyai kemampuan literasi diatas rata – rata. Itu dikarenakan lingkungan MAN Insan Cendekia Serpong sangat mendukung perkembangan literasi para peserta didiknya. Hanya tinggal menunggu waktu untuk kemunculan alumni MAN Insan Cendekia Serpong yang menjadi penulis monumental layaknya Muhammad Assad. (Muhammad Assad Pengusaha dan Penulis Buku Sukses) .

Divisi Jurnalistik-OSIS

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*