Catatan Perjalanan ke Baduy Bersama Siswa MAN IC Serpong

Siswa kelas XII IPS tanggal 7-8 Oktober 2017 ke Baduy dalam rangkan Pembelajaran lapangan bersama Pak Tri Haryanto guru Sosiologi/Antropologi MAN Insan Cendekia Serpong. Berikut kutipan langsung dari akun FB Tri Haryanto:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal ……”
(Al-Hujurat:13)

Berawal ketika saya mulai mengajar Antropologi dan sering menceritakan kepada siswa tentang Baduy. Dari situ keinginan mengajak siswa ke Baduy dari tahun lalu namun karena satu dan lain hal baru terwujud tahun ini.
Saat mahasiswa saya dan beberapa teman kuliah yang tergabung di Artesis sering menjadi EO bagi siswa SMA yang ingin ke Baduy. Paling tidak sudah 3 kali saya kesini, namun terakhir 9 tahun yang lalu sehingga informasi terupdate tentang perjalanan ke Baduy sudah tidak saya ketahui. Maka mulai lah saya mencari informasi melalui internet dan ketemulah akun FB Emen Baduy orang Baduy Luar yang biasa menawarkan jasa bagi yang ingin ke Baduy. Menghubungi via WA menanyakan beberapa hal khususnya biaya yang dibutuhkan ke Baduy. Dan yang perlu diketahui bagi yang mau ke Baduy tidak perlu booking atau urus ijin apa pun.

Sabtu, 7 Oktober 2017
03.00
Berangkat dari MAN Insan Cendekia Serpong dengan menggunakan mobik Elf sekolah. Total 11 siswa kelas XII IPS yang ikut beberapa berhalangan dan tidak ikut.
Perjalanan melalui rute tol Tangerang kelur pintu Balaraja Barat terus menuju Rangkas Bitung – Lebak – Leuwi Damar – Ciboleger

07.40
Setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam (ada kemacetan akibat pengecoran jalan, normal 4 jam sampai) sudah termasuk berhenti sekitar 30 menit untuk sholat subuh akhirnya sampai Ciboleger.
Sesampainya di Ciboleger terminal sebelum masuk ke Desa Kanekes (Baduy) kami sarapan dan membeli minuman dan makanan tambahan di minimarket.

Terminal Ciboleger

09.00
Ditemani Kang Herman orang Baduy Dalam (tour guide) kami mulai perjalanan ke Baduy dengan jalan kaki, dari Ciboleger sampai ke “pintu gerbang” Baduy hanya sekitar 300 meter dan kami sudah masuk wilayah Baduy Luar. Perlu diketahui Desa Kanekes atau Baduy terdiri dari 64 kampung, 61 kampung yang disebut BADUY LUAR dan ada 3 kampung BADUY DALAM ( Cibeo, Ciketawarna dan Cikesik).
Di pintu masuk kami melaporkan kehadiran kami ke Jaro Saija (kepala Desa) dengan mengisi buku tamu dan membayar Rp.5.000/orang.

10.00
Kami sampai kampung Gajebo tempat kami akan menginap, transit sebentar untuk meletakkan tas dan barang-barang serta istirahat 30 menit kemudian melanjutkan jalan kaki menuju Baduy Dalam (Cibeo).

12.00
Setelah melewati kampung Cicakal sampai di Cipaler ini masih kawasan Baduy Luar namun karena cuaca ada tanda-tanda hujan dan persiapan kurang akhirnya diputuskan untuk kembali ke Gajebo.

13.00
Sampai di jembatan Gajebo spot paling bagus untuk foto-foto dan menikmati jajanan yang ada.
Sampai dirumah istirahat sebentar dan dilanjutkan siswa mewawancarai orang Baduy mengerjakan tugas yang saya berikan

16.00- 17.00
Bermain di sungai yang persis berada di dekat rumah kami menginap. Menikmati suasana khas kampung mandi dan menyalurkan hasrat manusiawi (b.a.b/k) juga di sungai.hehe

18.00
Setelah sholat berjamaah magrib-isya (jamak) beli duren yang biasa dijual tidak jauh dari rumah 50ribu dapat 2 buah duren ukuran sedang.
Saat kami kesini memang belum musim duren, sepanjang perjalanan di sekitar yg kami lewati pohon-pohon duren baru mulai berbunga, informasi Kang Emen musim duren biasanya akhir tahun bagi pecinta duren silakan datang ke Baduy nikmati duren dengan suasa perkampungan yang masih alami terasa sangat berbeda.

20.00
Menikmati suasana pedesaan khas Baduy yg gelap gulita karena tanpa lampu dan listrik hanya senter dan beberapa lampu2 baterai sambil mengisi waktu menulis catatan ini untuk nanti diposting kalau ketemu sinyal lagi.hehe

21.30
Satu per satu dari kami mulai tidur karena suhu udara disini sejuk tidak terlalu dingin, beberapa ada yang tidur diluar/teras rumah. Suasana disini memang sangat mendukung untuk tempat beristirahat lebih cepat karena tidak ada suara-suara bising yang ada hanya suara alam, deru aliran sungai dan hewan-hewan di hutan.

Ahad, 8 Oktober 2017
04.20
Kami mulai bangun karena suara kokok ayam yang bersahutan tanda waktu subuh dan bersegera ke sungai untuk berwudhu dan sholat. Disini tidak terdengar suara adzan karena tidak ada masjid/mushola orang Baduy penganut Sunda Wiwitan.

06.00
Kami meninggalkan rumah tempat menginap menuju ke bawah kampung Kaduketuk rumah Kang Emen untuk sarapan, Selanjutnya menuju Ciboleger untuk kembali ke Serpong

08.30
Sampai di Terminal Ciboleger bersiap menuju Serpong

12.35
Alhamdulillah sampai di kampus MAN IC Serpong kembali.

Informasi Tambahan:
– Kontak Kang Emen Baduy 081513813731
– Tiket masuk Rp.5.000/org
– Homestay 150rb/malam/rumah
– Tour Guide 300rb (full akan mendampingi sampai anda pulang)
– Bisa pesan makanan dengan Kang Emen 20rb (nasi+telur) 25rb (nasi+ayam)

Kang Herman, Tri H, Kang Emen

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*