MYNIC Kongres OSIS MAN Insan Cendekia se-Indonesia

Madrasah bergengsi karena prestasi. Slogan ini tengah gencar – gencarnya dipromosikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk meningkatkan harkat dan martabat madrasah sebagai satuan pendidikan berbasis agama yang memiliki keunggulan mutu sains dan teknologi. Dalam rangka mewujudkan hal itu, MAN Insan Cendekia hadir sebagai jawaban progresif untuk pendidikan madrasah yang berkualitas dan unggul secara sains dan teknologi. Hingga saat ini, MAN Insan Cendekia telah tersebar di 22 Provinsi seantero negeri dengan rincian 20 unit telah beroperasi dan 2 unit akan beroperasi pada tahun ajaran 2018 – 2019.

Penambahan unit MAN Insan Cendekia di Indonesia ini tentu sangat baik untuk pemerataan kualitas sumber daya manusia unggul di setiap provinsinya. Dalam rangka memahami perbedaan dan mengintegrasi diri, MAN Insan Cendekia di seantero negeri dikumpulkan dalam suatu wadah pertemuan yang dinamakan Madrasah Youth National Intellectual Congress (MYNIC). Acara yang diinisiasi dan didukung penuh oleh Direktorat Madrasah Kemenag RI ini bertujuan untuk mengintegrasikan narasi bersama mengenai keindonesiaan pada era Indonesia Emas di tahun 2045 di samping sebagai ajang silaturahmi dan berbagi kisah antara seluruh MAN Insan Cendekia seantero negeri dari Aceh hingga Papua. Setiap MAN Insan Cendekia mengirimkan 2 pengurus OSIS – nya sebagai delegasi peserta kegiatan MYNIC.

Acara ini digelar pada tanggal 30 Maret – 2 April 2018 yang bertempat di MAN Insan Cendekia Serpong. Dengan mengangkat narasi kepemudaan dalam balutan nilai kebangsaan, acara ini mendorong para delegasi untuk membangun suatu narasi besar keindonesiaan dalam bingkai 20 Kementerian yang telah diatur keberadaannya dalam Undang – Undang Dasar (UUD) 1945 untuk mewujudkan Indonesia impian di tahun 2045. Setiap MAN Insan Cendekia membawa nama satu kementerian tertentu dan memaparkan narasi kebangsaan terkait kementeriannya pada sesi acara kongres.

Ged.Serbaguna MAN IC Serpong

Hari Pertama – Jumat, 30 Maret 2018

Rangkaian acara dimulai sejak tanggal 30 Maret 2018 yaitu saat peserta dari MAN Insan Cendekia seantero negeri check in penginapan di Wisma MAN Insan Cendekia Serpong. Acara pembuka dimulai pada malam harinya dengan tajuk Malam Keakraban. Kegiatan ini digelar untuk mencairkan dan mendekatkan peserta kegiatan agar suasana lebih cair dan hangat. Diawali sambutan oleh Ibu Persahini Sidik, M.Si Kepala MAN IC Serpong mengatakan “Saya bangga duduk berhadapan dengan kalian berkumpul bersama kalian yang berasal dari 20 provinsi berkumpul bersama anak-anak cerdas, kebanggan dan harapan bangsa. Bermimpilah kalian akan menjadi pemimpin besar dimasa datang”. Sesi hari itu ditutup dengan pertemuan para Liaison Officer (LO) tiap MAN Insan Cendekia dengan delegasinya seraya pemberian merchandise.

Hari Kedua – Sabtu, 31 Maret 2018

Keesokan harinya, para delegasi memiliki agenda dalam mendiskusikan problematika OSIS MAN Insan Cendekia Indonesia dalam bentuk organisasi Ikatan OSIS MAN Insan Cendekia Indonesia (IOICI). Dalam sesi ini terdapat konklusi yaitu pembentukan struktur dan arah IOICI ke depannya dan program kerja bersama yang diterapkan di seluruh MAN Insan Cendekia seantero negeri yaitu Ahad School yang merupakan kegiatan pemberian pembelajaran sederhana kepada anak – anak yang tinggal di sekitar Kampus MAN Insan Cendekia di setiap Ahad Sore. Siang harinya, peserta delegasi disuguhi sesi motivasi dari salah satu alumni MAN Insan Cendekia Serpong yaitu Retas Aqabah yang berasal dari angkatan Foranza Sillnova.

Kegiatan Grand Opening dilakukan di Gedung Serba Guna (GSG) MAN Insan Cendekia Serpong pada Malam Ahad setelah salat isya berjamaah. Dalam acara pembukaan ini, hadir Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin, MA selaku Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam kalamnya, Beliau bercerita pemuda Indonesia yang sukses menjadi CEO dengan aset triliyunan dan memotivasi serta berharap akan lahir CEO-CEO dari siswa-siswa MAN Insan Cendekia. Beliau juga mengatakan “beruntunglah kalian karena berada di lembaga pendidikan MAN Insan Cendekia yang terbaik kualitasnya”. Kegiatan ini pun dimeriahkan oleh penampilan paduan suara dan tari saman. Agenda hari itu berakhir dengan simulasi kongres atau biasa disebut dengan zero congress.

Prof.Dr. Kamarudin Amin Dirjen Pend.Islam

Hari Ketiga – Ahad, 1 April 2018

Kegiatan puncak MYNIC 2018 adalah sebuah kongres antara 20 kementerian yang pembuatannya merupakan amanat UUD 1945 dalam bentuk “Model United Nation (MUN)”. Kongres ini dilaksanakan dalam jangka waktu sekitar 8 jam dengan 4 sesi. Sesi pertama adalah pembacaan kertas posisi yang dibacakan oleh masing – masing delegasi dengan rincian waktu pembacaan teks selama 8 menit dan sesi tanya jawab selama 4 menit. Kertas posisi adalah nomenklatur awal mengenai pandangan suatu delegasi mengenai jalannya kongres. Setelah sesi ini berkahir, dilanjutkan dengan pembahasan mosi yang diajukan oleh peserta sidang dengan batasan 3 mosi yang diterima. Ambang batas mosi diterima adalah disetujui oleh 10 delegasi + 1. Sesi selanjutnya adalah sesi informal dimana para delegasi melakukan lobbying dengan delegasi lain untuk membuat suatu kertas kerja yang berisikan program kerja bersama antar kementerian. Jumlah kementerian yang terlibat dalam satu kertas kerja adalah 5 kementerian dan setiap kementerian hanya boleh terlibat dalam 2 kertas kerja. Sesi keempat adalah sesi pembuatan resolusi berdasarkan kertas kerja yang telah dibuat tiap kementeriannya. Setiap poin program kerja dibahas dan dilakukan pemungutan suara. Suatu program kerja akan menjadi resolusi jika disetujui 10 kementerian + 1. Pada akhirnya, terhimpun narasi besar mengenai keindonesiaan yang dicipta oleh para delegasi MAN Insan Cendekia seantero negeri.

Ahad malam terdapat acara grand closing yang berisikan pemberian award dan penutupan acara oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelengkapan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Dr. H. A. Umar,MA. Beliau menekankan bahwasanya kegiatan ini merupakan bukti bahwa siswa MAN Insan Cendekia telah berpikir visioner menyiapkan bangsanya untuk menyongsong kejayaan pada era Indonesia Emas 2045. Sesi ini dilanjutkan dengan pemberian award kepada:
1. Best Position Paper: MAN IC Bangka Tengah
2. Verbal Commendation: Arif Maulana MAN IC Padang Pariaman
3. Most Outstanding Delegate: M. Miftakhul Shidiq MAN IC Paser
4. Most Innovative Work Program: MAN IC Serpong
5. Best Accompany Teacher: Ibu Anik Nur Qamariah MAN IC Bangka Tengah
6. Best Delegate: M. Rijalul Fikri MAN IC Bengkulu
7. Best Costume : MAN IC Sorong

Hari keempat – Senin, 2 April 2018

Setelah terkuras tenaganya dengan rangkaian acara yang begitu padat dan melelahkan, para delegasi melakukan kunjungan ke Gedung DPR/MPR – DPD RI dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam kunjungan ke Gedung Parlemen, para delegasi dipertemukan dengan bagian hubungan masyarakat sekretariat jenderal DPR RI dalam sesi korespondensi. Para delegasi menyambangi museum DPR RI yang dilanjutkan dengan kunjungan ke gedung nusantara I, tempat dimana MPR RI melakukan persidangan dalam setiap tahunnya dalam rangka mendengarkan pidato kebangsaan Presiden Republik Indonesia dan setiap lima tahun sekali dalam rangka pelantikan Presiden/Wakil Presiden.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyambangi Kementerian Agama Republik Indonesia untuk bertemu dengan Menteri Agama Republik Indonesia saat ini, Drs.H. Lukman Hakim Saifuddin. Pada kesempatan itu, perwakilan delegasi MYNIC menunjukkan ikrar dan visi misi IOICI kepada pak menteri. Beliau menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh siswa MAN Insan Cendekia dari seluruh Indoesia yang hadir pada saat itu. Kemudian agenda kunjungan dilanjutkan ke Masjid Istiqlal sekaligus untuk Sholat Zhuhur berjamaah.

Rangkaian acara terakhir ditutup dengan Farewell Night yang dilakukan di Ruang Audio Visual MAN Insan Cendekia Serpong pada malam terakhir kegiatan. Kegiatan ini diisi oleh Ustadz Away Baidhowy, MA. selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan MAN Insan Cendekia Serpong. Dalam kalamnya, beliau menekankan pentingnya suatu kehidupan yang terstruktur melalui peta hidup dan menekankan pentingnya 3 hal yaitu kapan ke baitullah, kapan menikah, dan ingin memiliki usaha apa di masa depan. Beliau menyatakan bahwasanya hal – hal itu penting untuk menjadi Road Map kehidupan di masa yang akan datang. Sesi ini diakhiri dengan tukar kado antar delegasi MAN Insan Cendekia seantero negeri yang menandakan rampungnya rangkaian kegiatan MYNIC 2018.

Dengan silaturahmi yang telah terbangun, semoga saja ukhuwah antar MAN Insan Cendekia seantero negeri terus terjalin dan terbangun hingga tua nanti dalam rangka mewujudkan narasi besar bersama yaitu menggapai Indonesia Impian 2045!

*Satrio Alif Febriyanto
Divisi Jurnalistik OS-Cendekia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*