OSIS MAN IC Serpong “OSIS Terkritis se-Jabodetabek”

Hari Sabtu (17/3) merupakan hari yang sangat berharga bagi OSIS MAN Insan Cendekia Serpong, pasalnya mereka berhasil memenangkan nominasi OSIS Ter-Kritis dalam ajang FORMASI 2018 di MAN 4 Jakarta. FORMASI sendiri merupakan akronim dari Forum Award OSIS yang merupakan sebuah forum debat dengan konsep meja bundar dimana beberapa delegasi OSIS dikelompokkan menjadi tim pro atau kontra yang diperuntukkan bagi OSIS se-Jabodetabek, kemudian tiap delegasi berdebat membahas tema yang telah ditetapkan.

Tahun ini membawa tema ‘Demokrasi Negara Berkembang Menjadikan Sistem Organisasi Berkembang Lebih Baik’. Diskusi dibagi menjadi dua sesi, mosi pada sesi pertama berbunyi ‘Tipe organisasi mana yang cocok untuk diterapkan OSIS, homogen, atau heterogen?’, sedangkan pada sesi kedua membahas mosi ‘Tipe organisasi yang cocok untuk Partai Garuda, modern atau post-modern?’ yang dimoderatori oleh Kak Syaeful Mujab (Ketua BEM UI 2017) Mahasiswa tingkat akhir FISIP UI dan Kak Reza Ramadhansyah (Jurnalis/Pembawa Acara Liputan 6 SCTV). Setelah diberi mosi, seluruh peserta diberi kertas berisi studi kasus, yakni sebuah contoh peristiwa yang dibuat oleh panitia FORMASI.

Delegasi OS-Cendekia yang mengikuti FORMASI 2018 terdiri dari 4 pengurus OSIS dan 1 non-pengurus OSIS. OS-Cendekia mengirimkan Ahmad Mustafad Muchtar (Ketua OSIS 2017/2018), Ahmad Fadhil Ramadhan (Ketua Bidang 3 OSIS 2017/2018), Satrio Alif Febriyanto (Koordinator Divisi Jurnalistik OSIS 2017/2018), Alif Raihan Laksono (Ketua iCare 2018/Anggota Divisi Sosial Masyarakat OSIS 2017/2018) dan non-pengurus OSIS Imam Farhannabil Roihan.

Kurang Seru
Menurut penjelasan mereka, FORMASI berjalan seru, walau pada sesi pertama, perdebatan terasa kurang panas, dikarenakan banyak peserta yang kurang paham tentang mosi yang sedang dibahas, ditambah banyak peserta yang berbicara di luar contoh studi kasus. Baru pada sesi kedua, perdebatan menjadi sengit, apalagi mosi yang dibahas cukup sensitif, yakni partai politik. Masing-masing delegasi berpatisipasi aktif dengan penguasaan pembicaraan lebih banyak dikuasai oleh MAN Al-Azhar Asy-Syarif, MAN 15 Jakarta, SMAN 38 Jakarta, MAN 19 Jakarta, dan MAN Insan Cendekia Serpong. Ini juga tidak terlepas dari peran Kak Mujab dan Kak Reza sebagai moderator yang menggiring pembicaraan menjadi lebih panas.

“Politik itu cair, tapi tanpa struktur yang kuat, organisasi politik tidak akan bertahan lama” tutur Kak Reza mengakhiri sesi kedua. Ia ingin memberitahu bahwa sebenarnya baik organisasi modern atau post-modern tidak ada yang sempurna, jadi kedua tipe organisasi itu penggunaan nya harus proporsional bagi suatu partai politik.

3 Tim Unggulan
Sejatinya tidak ada pemenang di dalam acara ini, namun terdapat beberapa penghargaan bagi tim yang memenuhi kriteria penilaian panitia. Penghargaan itu adalah : OSIS Ter-visioner untuk SMAN 34 Jakarta, OSIS Ter-aktif yang jatuh kepada SMAN 38 Jakarta, dan OSIS Ter-kritis yang diberikan kepada MAN Insan Cendekia Serpong. Ketua OSIS MAN 4 Jakarta, Luhur Sukma Nagara yang memberikan langsung penghargaan itu kepada pemenang.

Cikal Bakal Pemimpin Indonesia
Dengan diadakannya FORMASI 2018 diharapkan pemuda-pemudi Indonesia menjadi lebih melek lagi terhadap perkembangan sosial-politik negaranya, karena suatu saat mereka akan memimpin bangsa ini. Mereka juga harus sudah mengerti bagaimana mengelola bangsa ini, bagaimana memperbaiki apa-apa yang masih kurang dan melanjutkan apa-apa yang sudah baik.

Sumber : FB OS-Cendekia

*Satrio Alif Febriyanto
Divisi Jurnalistik OS-Cendekia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*