Reuni Akbar IC : Bahagia, Rindu, dan Haru Menyatu

Sabtu, 24 September 2016 merupakan puncak rangkaian kegiatan Milad MAN Insan Cendekia Serpong ke-20, setelah didahului dengan Tabligh Akbar dan dilanjutkan dengan Reuni Akbar yang dihadiri alumni angkatan ke-1 sampai ke-19. Senyuman, tawa bahagia, rindu dan haru menjadi satu itulah yang terlihat di semua wajah-wajah yang hadir pada saat itu. Timeline facebook penuh dengan foto-foto dan ekspresi kebahagian yang dituangkan dalam status-status facebook.

Adlil Umarat menulis: “Ketemu Alumni IC dan guru-guru IC itu, bikin mood hidup makin membuncah….” dan dia juga memposting foto dengan caption :”Ketemu guru spesial. Spesial kisahnya, spesial kasih sayangnya. Alhamdulillah, Afiqah mau ngobrol dengan bu Fatri Amida, meski masih satu satu jawabnya.”

Adlil Umarat, putrinya dan Bu Fatri Amida
Adlil Umarat, putrinya dan Bu Fatri Amida

Berbeda dengan alumni yang lain Fida Lathifah memposting gedung H Asrama putri dengan caption: “Terima kasih atas tiga tahun yang mendewasakan. Tanpa Insan Cendekia, seorang Fida tidak akan menjadi seperti sekarang. Kenapa foto yang dipajang Asrama Gedung H? Jadi saksi bisu kepolosan saat kelas satu, romansa kelas dua dan jerih payah kelas tiga. Seperti kata Ketua IAIC saat memberi sambutan, mari kelak kita reuni di Istana Negara.

Ged. H asrama putri
Ged. H asrama putri

Danang Aziz Akbarona menulis : “Pelajaran penting dari momen reuni adalah kita jadi tahu bahwa kapasitas otak, hati, hingga kantong dan perut kawan-kawan makin berkembang…wkwkw Dan kitapun senang mengetahui itu semua…wkwkw”

Dinar Sakundaraputri memposting foto dengan caption: “With Bapak GurA (Guru Asuh) yg udh 14 tahun gak pernah ketemu.. *sampe dibilang anak ilang hihiihi ” dan Pak Kris juga menulis : “Senang bisa bertemu lagi dgn sianak hilang. Mengingatkan kenangan masa lalu yg menyenangkan dan menjadikan momen yg membanggakan dimasa kini.”

Pak Kris dan Dinar Sukandaraputri
Pak Kris dan Dinar Sukandaraputri

Dan pastinya bukan hanya para alumni yang bahagia, guru-guru juga mengekspresikan kebahagiannya di facebook seperti Bu Fatri Amida “Bersama alumni dari pagi sampai siang… mulai dari angkatan pertama sampai lulusan tahun 2016… rasanya bagaimanaaaa gituu…. banyak cerita yang terungkap… ada rasa udah tidak nyambung dengan obrolan mereka… bahasan tingkat tinggi…. sudah mulai banyak terdiam … mungkin ada saatnya bibir tidak bisa berkata-kata ketika bertemu mereka… karena rasa haru yang mendalam…Jadi teringat ibu bapak guru yang mengajar dr SD sampai SMA…. yang kadang gemes melihat muridnya yang nggak ngerti ngerti… Eehhh dari alumni juga dapat cerita betapa indahnya menjadi guru… kadang harus mengulang hal sama sampai 5 kali..tapi kehebatan tetap sabar… sementara kelemahan yang saya miliki adalah bisa marah dan ngomelin mereka… he… he…Sukes selalu semua alumni MAN Insan Cendekia Serpong.. semoga keberhasilan kalian membuat kalian semakin rendah hati dan semakin dekat dekat dengan sang pencipta… dan saling bekerjasama satu sama lainnya”

Pak Darno: “Perasaannya sudah jadi kakek ketika melihat ada yang bawa anak. hahaha”. Lain dengan Pak Away yang berfoto dan mengungkap siapa pembuat logo Milad IC ke-20 “Pemirsa, inilah desainer logo Milad Insan Cendekia Serpong ke-20. Kak Nida, alumni SMU Insan Cendekia Serpong (1997-2000), Angkatan CIRCA. Takdir Allah berkisah Kak Nida berpasangan dengan kakak kelasnya, Kak Yusdi Noviad (ITB). Lulus dari Serpong, Kak Nida lanjut ke Arsitektur Brawijaya, Malang. Kini, sudah dikaruniai dua orang puteri. Terima kasih Kak Nida, logonya: berkah dan menyenangkan.”

Pak Away dan Nida Maulida
Pak Away dan Maulida

Kepala Madrasah Ibu Penny pun mengekspresikan kebahagian dan kebanggannya kepada para alumni: “Terima kasih kepada seluruh sivitas MAN Insan Cendekia Serpong. Terima kasih untuk ALUMNI yg telah mengisi ruang di kampus MAN IC serpong, walau hanya satu hari, tetapi telah mampu menghidupkan kenangan indah bersama kalian. Syukur alhamdulillah, rasa bangga melihat sukses kalian, tetap santun dan hormat pada bapak ibu guru, juga Karyawan MAN IC Serpong. Yang dibayangkan adalah sosok berbeda karena telah bertarung di dunia lain, tetapi hadir masih seperti saat jadi siswa: tetap jenaka, lincah, ceria, yang cerewet tetap cerewet, yang pendiam, tetap pendiam, yang suka iseng, tetap suka iseng, yang ganteng tambah ganteng (biar seneng). Main tebak2an nama, hayoo ini siapa? Itu siapa? Tema cerita lucu, unik, mengesankan saat kalian menjabat siswa terungkap kembali, lebih mewarnai reuni akbar. Rahasia dibalik kampus diungkapkan dengan jenaka, membuat tertawa dan terkecoh, juga geleng2 kepala. Guru lupa nama siswa itu biasa, ttp siswa lupa guru…. Naaah…itu luar biasa, tp tetap dimaklum, krn sdh tahu sejarahnya, he he he.he..Mohon maaf, secara pribadi, tidak dapat menyapa dan bertemu satu persatu, hujan lebat langkah jd terbatas. Harusnya tidak jadi alasan, tapi tetap itu jadi alasan.hehe..

Terngiang sambutan ketua IAIC, kak Adam Ardisasmita, suatu saat Ikatan Alumni Insan Cendekia akan reuni di Istana Negara.

Insya Allah, kami doakan semoga mimpinya terwujud. Amiiin…. Kebahagiian yang tidak terkira, jika bpk ibu guru plus karyawan ikut reuni di istana presiden, bisa di Jakarta, Cipanas, Bogor, atau di Bali. Amiin. Kata kak Danang, kak Aad, kak Ibnu, kak Nabila semua berawal dari mimpi yang kuat dan konsisten, juga membangun jaringan, dan kepercayaan positif. Kekuatan doa orangtua, guru2 dan para sahabat menjadi bagian terpenting. Terima kasih sudah berbagi ilmu, terima kasih sudah menyemarakan acara milad ke-20, terima kasih oleh2 yg berharga. Mohon maaf sekali lagi, jika belum tersapa dan ketemu, percayalah, di hati ibu tetap ada kalian. Jempolllll buat semua…..

Dan ini foto moment yang paling menyentuh saat Kepala Madrasah Ibu Penny memeluk alumni Nabila As’ad, fanpage Komunitas Blogger IAIC menulis : “Pelukan hangat dari seorang ibu kepada ananda tercinta. Teriring doa mudah-mudahan sedikit yang kami lakukan bisa tercatat sebagai amal soleh dan ilmu yang bermanfaat.”
Foto ini menggambarkan suasana hati para guru dan alumni yang meluapkan rasa bahagia,bangga, rindu dan haru menyatu.
Penny

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*