Sejarah Insan Cendekia dan BJ Habibie

Habibie
Habibie pada saat berkunjung ke MAN IC Serpong 2005

Insan Cendekia lahir dari pemikirin besar Prof.Dr.Eng B.J. Habibie yang ingin menyatukan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan Iman dan Taqwa (IMTAQ), beliau menginginkan berdirinya sebuah institusi pendidikan yang mampu membentuk manusia yang menguasai IPTEK dan IMTAQ secara seimbang. Pada masa itu (1990-an) masih kuat dikotomi sekolah umum dan sekolah agama (pesantren) maka Habibie sebagai tokoh Islam sekaligus cendekiawan ingin menjembatani “jurang pemisah” antara agama dan ilmu pengetahuan umum. Istilah IPTEK dan IMTAQ adalah “ciptaan” Habibie yang akhirnya dikenal dan meluas sampai sekarang.

Pada saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BPPT menginisiasi program Science and Technology Equity Program (STEP). Tujuan STEP adalah penyetaraan program ilmu pengetahuan dan teknologi untuk sekolah di lingkungan pesantren. Pada tahun 1996, STEP melekatkan nama SMU Insan Cendekia sebagai nama lembaga pendidikan sebelumnya digunakan nama Magnet School selama beberapa bulan. Rancangan model pendidikan STEP mengambil filosofi magnet school dimana diharapkan lembaga pendidikan ini mampu menarik sekolah sekitarnya untuk terpicu dalam prestasi dan menyiapkan calon pemimpin masa depan bangsa. STEP memilih lokasi di Serpong (Banten) dan Gorontalo yang menjadi langkah awal pendirian sekolah berbasis IPTEK dan IMTAQ.

Pada tahun pelajaran pertama (1996/1997), penerimaan siswa SMU Insan Cendekia diprioritaskan bagi siswa-siswi SMU/MA kelas satu dan siswa-siswi lulusan SMP/MTs berprestasi yang berasal dari pondok pesantren dan sekolah Islam lainnya. Akan tetapi, mulai tahun pelajaran kedua (1997/1998) SMU Insan Cendekia memberi kesempatan pula kepada siswa-siswi SLTP umum dan MTs, baik negeri maupun swasta.

MoU Menristek dengan Menag
MoU Menristek dengan Menag

Jumat, 4 Agustus 2000 waktu bersejarah pelimpahan SMU Insan Cendekia menjadi MA Insan Cendekia dari BPPT ke DEPAG RI. Penandatanganan MoU oleh Dr. AS Hikam (Menristek/Ka.BPPT) dengan KH. M.Tolchah Hasan (Menag). Sejak saat itu baik yang berada di Gorontalo maupun di Serpong, dilimpahkan pengelolaannya oleh BPPT kepada Departemen Agama RI.

Untuk tetap mempertahankan ciri khas penguasaan IPTEK dan IMTAK, maka dalam pengelolaan dan pembinaannya, Departemen Agama dan BPPT terus melakukan kerja sama. Selanjutnya nama SMU Insan Cendekia ditransformasikan menjadi Madrasah Aliyah Insan Cendekia dengan tanpa mengurangi dan mengubah sistem pengajaran secara keseluruhan yang telah berjalan selama ini. Pada tahun 2001, dengan SK Menteri Agama RI, Nomor 490 Tahun 2001 MA Insan Cendekia Serpong dan Gorontalo berubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gorontalo dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong.

Perubahan nama MAN Insan Cendekia Serpong dari masa ke masa:
1. Magnet School (1996)
2. SMU Insan Cendekia (1996-2000)
3. MA Insan Cendekia Serpong (2000-2001)
4. MAN Insan Cendekia Serpong (2001-sekarang)

Mulai Tahun 2016 sudah ada 17 MAN Insan Cendekia di Indonesia . Hal ini menunjukkan kualitas MAN Insan Cendekia sudah dipercaya dan diakui oleh masyarakat luas dan mengatakan bahwa “MAN Insan Cendekia Beda Dengan Sekolah Unggulan Lain” . Prestasi-prestasi yang telah diukir oleh para siswa yang menjuarai olimpiade internasional Para Siswa Juara Olimpiade Sains Internasional . Terakhir pada tahu 2016 ini Alumni MAN Insan Cendekia Serpong Menjadi Salah Satu Pengisi Acara/narasumber di acara Habibie Festival . Hal ini menunjukkan bahwa cita-cita Habibie 20 tahun lalu ketika mendirikan Insan Cendekia telah terwujud dan dibuktikan dengan prestasi demi prestasi yang ditorehkan seluruh civitas akademika Insan Cendekia.

Sejarah Insan Cendekia
Grafis sejarah Insan Cendekia

4 Comments

  1. Asww. Alhamdulillah turut berbannga bahagia dan senang dengan perkembangan sekolah ini, selamat untuk pak BJ Habibi dan seluruh insan yang membantu terbina sekolah berkualiyas ini. Salam sukses.

  2. Assalamualaikum..
    MAN insan cendekia menggabungkan antara iptek & imtaq,, sgt dibutuhkan oleh generasi penerus bangsa,, sehingga lulusan nya bs menjadi insan2 yg cerdas & berakhlaqul karimah… Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*