Serunya Kegiatan Keputrian Siswi MAN IC Serpong

Kegiatan keputrian adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap hari Jum’at, pada saat yang laki-laki sedang melaksanakan ibadah Sholat Jum’at. Kegiatan keputrian ini terdiri dari KRIYA, BOGA dan TATA BUSANA rutin setiap pekan dengan instruktur terdiri dari guru dan karyawan perempuan. Pada waktu tertentu juga diadakan seminar dan kecantikan dengan nara sumber berasal dar luar.

Kegiatan keputrian ini sudah dilaksankan sejak tahun 1996/1997, yang berawal dari keiisengan ibu-ibu yang tidak ada kegiatan ketika bapak-bapak dan siswa putra melaksanakan ibadah sholat jum’at, yang diisi dengan ngorbrol dan bercanda di salah satu kamar teman, lama-lama membuat kami bosan. Ditambah lagi setelah sholat jumat anak putri banyak yang telat masuk kelas karena ketiduran di asrama. Pada suatu hari sambil bercanda ada yang bilang kita bikin kegiatan aja untuk anak perempuan, karena yang sholat adalah yang laki-laki, maka kegiatan ini kita sebut keputrian. Langsung banyak yang mengiyakan. Terjadilah diskusi apa kira-kira kegiatannya, usulanpun bermunculan. Akhirnya yang disepakati adalah pengajian dan sholat berjamah di asrama. Kegiatan berjalan dengan baik, tetapi yang bisa mengisi guru agama saja, dan tetap saja anak anak perempuan ada yang telat malah bertambah jumlah.

Terjadi lagi diskusi berikutnya, disepakatilah kegiatan diisi dengan berbagai keterampilan, dan dilaksanakn acak secara bergantian antara kelas 1, 2 dan 3. Misalnya minggu ini kelas 1 keterampilan membungkus kado, kelas 2 origami, kelas 3 memasak, dan pada minggu berikutnya gantian. Kegiatan dilaksanakan di tempat-tempat yang memungkinkan di sekitar asrama. Kegiatan berjalan dengan baik, tetapi jumlah yang terlambat masuk kelas tetap banyak. Terjadi diskusi lagi dan disepakati kegiatan keterampilan dilaksanakan di sekitar gedung pendidikan, sedangkan memasak di asrama guru, dengan pola tetap bergantian setiap kelas.

Terjadi diskusi lagi karena tidak ada karya yang utuh atau sampai selesai, bahan jadi banyak terbuang, dan kesulitan menyusun menu memasak, karena akan siswa kelas 3 sudah pernah mempraktekkan beberapa masakan ketika mereka duduk di kelas 1 dan kelas 2. Akhirnya disepakati kegiatan memasak khusus kelas XII, kelas X dan XI memilih kriya yang diinginkan dan berlangsung 1 tahun (dengan jumlah yang terbatas pada setiap kriya, karena keterbatasan jumlah gurunya juga). Kegiatan ini menjadi semakin seru, dan semakin heboh.

Untuk tahun 2017 ini kelas X dan XI memilih Kriya merajut, Menyulam, Quilling, Quilting, Menjahit, dan kelas XII memasak. Pada saat kegiatan berlangsung, suasana akan rame dan heboh, karena mereka bekerja sambil bercanda dan ngobrol baik dengan teman maupun guru yang mengajarkan. Siswa mendapat pengamalan sesuai bidangnya. Ada yang sudah punya dasar, ada yang tidak sama sekali dan bener-bener baru mencoba. Awalnya mereka sangat kesulitan tapi karena mereka anak-anak cerdas dan bisa belajar cepat, karya demi karyapun dihasilkan. Guru-guru yang mengajarkan tersenyum puas bila melihat raut mereka yang puas dengan karya yang dihasilkan.

Fatri Amida, M.M.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*