Siswa Belajar Menulis dari Penulis Hebat Indonesia A. Fuadi

Forum Lingkar Pena MAN Insan Cendekia Serpong baru saja mengadakan kegiatan Workshop Kepenulisan Madrasah pada hari Sabtu, 13 Januari 2018 bertempat di teater MAN Insan Cendekia Serpong. Acara ini merupakan kegiatan tahunan Forum Lingkar Pena Insan Cendekia dalam rangka meningkatkan semangat menulis dan budaya literasi di MAN Insan Cendekia Serpong.

Dengan mengangkat tema perantauan melalui tagline rangkai rantai risalah rantau, Ahmad Fuadi dihadirkan sebagai narasumber kegiatan. A. Fuadi adalah penulis, novelis, dan social entrepreneur. Novel perdananya Negeri 5 Menara mencetak rekor penjualan bagi penerbit Gramedia Pustaka Utama untuk 37 tahun. Negeri 5 Menara adalah satu dari trilogi Negeri 5 Menara, yang kemudian diikuti oleh Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara. Buku Negeri 5 Menara diadaptasi menjadi film layar lebar dan menjadi salah satu film yang paling banyak ditonton pada 2012. A. Fuadi juga dikenal atas prestasi akademiknya dengan menerima sembilan beasiswa di luar negeri.

Acara dibuka dengan sambutan pimpinan sekolah yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah bidang humas dan pengembangan sumber daya, H. Abdul Jalil, S.Ag, MA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menulis sebagai ajang penyampai aspirasi dan penyebar kemanfaatan. Hal ini sangat penting karena jikalau manusia tak mampu menyebarkan aspirasinya kelak akan bermuara pada sepanjang hidupnya hanya mampu menebarkan manfaat bagi anak istri saja. Sedangkan melalui menulis, aspirasi manusia dapat tersalurkan dengan baik sebagai ladang penyebaran kemanfaatan dan kebaikan.

Kegiatan puncak diisi dengan 2 acara yaitu pemberian materi dan sesi tanya jawab. Sesi pemberian materi diisi dengan pengenalan tentang dasar – dasar menulis dan ciri – ciri menulis. Menurut A. Fuadi terdapat 4 pertanyaan fundamental yang menyangkut dasar – dasar menulis. Pertama, Mengapa? Mengapa kita menulis sesuatu itu penting karena hal tersebut merupakan dasar kita menulis sesuatu. Menulislah sesuatu yang kita minati. Beliau mencontohkan dirinya menyukai perantauan maka tema kepenulisan yang diambilnya adalah perantauan dan beliau membuktikan bahwasanya menulis dari hal yang disukai akan membawa berkah tersendiri. Hal ini mendapat pertanyaan dari salah seorang peserta, bukankah hal demikian akan membuat pembaca jenuh terhadap konten tulisan yang dibawakan? A. Fuadi punya jawabannya tersendiri. Menurutnya, hal tersebut justru memberikan keuntungan terhadap penulis karena dia akan menjadi legenda pada genre tersebut namun, bagi penulis yang membawakan banyak genre tidaklah salah karena akan memperkaya ragam literasi bangsa.

Kedua, Apa? Apa yang kita tulis? Hal ini menjadi menarik karena apa yang kita tulis secara tidak langsung mencerminkan siapa diri kita sebenarnya. Karena dalam menulis pasti ada salah satu bagian dari diri kita yang terlibat dalam menginterprestasikan rasa dalam tulisan tersebut.

Ketiga, Bagaimana? Bagaimana cara kita menulis suatu tulisan itu sendiri. Unsur – unsur apa saja yang perlu ada di dalam cerita dan bumbu – bumbu apa saja yang kita tambah untuk mempercantik sebuah karya.

Keempat, Kapan? Kapan kita mulai menulis? Mulailah menulis sedari sekarang! Menulislah sedikit demi sedikit lama – lama menjadi buku. Menulislah pada waktu – waktu senggang. Karena menulis bukanlah keterikatan. Menulis ialah upaya mengekspresikan kebebasan melintasi waktu.

Setelah itu, ada sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab berjalan hidup dan meriah. Para peserta kegiatan terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab ini. Banyak peserta yang menanyakan tentang masalah yang sering timbul dalam menulis seperti kehilangan ide atau relevankah tulisan dengan kecenderungan pembaca.

Hal – hal tersebut dijawab dengan lugas oleh A. Fuadi dalam sesi tanya jawab. Para peserta kelihatan sangat antusias dan puas dengan jawaban yang diberikannya. Akhirnya, acara diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada narasumber oleh Ketua OS Cendekia, Ahmad Mustafad Muchtar dan pengisian kanvas motivasi oleh narasumber yang didampingi oleh ketua panitia, Aldi Fauzan Mawardi.

Dengan terselenggaranya acara ini, semoga kedepannya budaya literasi dan giat menulis terus terngaung di kalangan siswa MAN Insan Cendekia Serpong dalam rangka mengaktualisasikan diri dan menyongsong masa depan sebagai etalase percontohan literasi bangsa.

*Satrio Alif Febriyanto
Divisi Jurnalistik OS-Cendekia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*