Siswa MAN IC Serpong Delegasi Simulasi Sidang PBB (FWWMUN) di New York USA

Siswa MAN Insan Cendekia Serpong Aziz Faizullah Abidin dan Devira Ayuni Puspita Sari kelas XI angkatan 22 (Elcasa) pada tanggal 8-13 Maret 2018 mengikuti Future We Want Model United Nations (FWWMUN) di Markas PBB, New York, USA. FWWMUN adalah simulasi sidang PBB yang diikuti lebih dari 2.700 peserta berasal lebih dari 130 negara di dunia. Lebih jelas tentang FWWMUN berikut wawancara eksklusif dengan Aziz dan Devira.

Markas PBB New York USA

1. Apa itu Future We Want Model United Nations (FWWMUN)?
Sebuah konferensi berbentuk simulasi sidang PBB sebagai sebuah inisiatif global bagi pemimpin muda dunia.
FWWMUN dilaksanakan oleh kepanitian berupa panitia utama dari WFMUNA (World Federations of Model United Nations Association) dengan sponsor utama dari lembaga PBB itu sendiri dan badan non-pemerintah Italian Academic Diplomacy atau lebih dikenal Rotary International. (Sehingga banyak delegasi yang berasal dari Italia)
Konsep MUN itu sendiri ialah pembagian delegasi menjadi beberapa komisi/konsil sesuai dengan bagian-bagian pada PBB seperti International Monetary Fund (IMF), Security Council, General Assembly (Legal), Disarmament & International Security (DISEC), dll

2. Bagaimana cara daftarnya?syarat dan tahapan seleksinya seperti apa?
Untuk pendaftaran MUN (Model United Nations/Simulasi sidang PBB) biasanya melewati website umum seluruh MUN (https://mymun.net) atau website khusus https://fwwmun-nyc.org.
Syaratnya tergantung karena kadang ada Konferensi yang mewajibkan berumur 18-24 tahun tapi ada juga yang lebih fleksibel. Adapun seleksinya berupa pengiriman CV (Khususnya prestasi dan pengalaman MUN sebelumnya), essai (mengenai motivasi ikut serta, tujuan, target, dan pandangan umum tentang topik utama konferensi), dan dalam beberapa kasus khusus wawancara lanjutan.
Untuk FWWMUN karena bertempat di New York, Markas PBB, perlu ada seleksi Visa juga. Ada cukup banyak delegasi yang tidak jadi berangkat karena gagal dalam wawancara dan screening dokumen untuk Visa.

3. Kalian mengikuti FWWMUN biaya sendiri atau ditanggung pihak penyelenggara?
Untuk Hotel dan perihal yang substansial untuk konferensi ditanggung oleh panita. Tapi untuk yang lainnya (Tiket Pesawat, Makan, Transportasi lokal) ditanggung oleh delegasi atau sponsor jika ada.

4. Berapa jumlah peserta FWWMUN dan dari negara mana saja?
Jumlah delegasi total ada sekitar 2700, sedikit di atas target panitia yaitu 2500 berasal lebih dari 130 negara di dunia. Tidak ada data khusus tentang jumlah pendaftar, hanya saja panitia registrasi memberikan komentar sewaktu registrasi ulang di Hotel Westin; “We accepted 1 in 2 who registered.”. Jadi bisa dikira-kira berapa jumlah yang mendaftar termasuk yang tidak mendapatkan Visa.

Ruang konferensi FWWMUN

5. Aziz dan Devira mewakili negara mana? Topik yang diangkat tentang apa?
Saya (Aziz) mewakili negara Tunisia dalam Konsil DISEC, dengan 2 topik
a. Nuclear Disarmament
b. Illicit Trade of Small Arms & Light Weapons in all its aspects
Kalau saya (Devira) negara Ukraina dalam konsil Economy Financial (EcoFin)
a. Access to Clean Water and Sanitation
b. Agriculture Development,Food Security and Nutrition

6. Bagaimana persiapan kalian berdua mengikuti FWWMUN?
Persiapan untuk FWWMUN cukup panjang, terutama terkait dengan riset dan pemahaman negara dan topik. Karena para delegasi harus menyesuaikan dengan keadaan negara dan status quo nasional maupun dunia terkait topik, juga untuk menyamakan visi dengan kebijakan politik luar negeri negara tersebut, (sebagai contoh Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif).

Sebelum acara ada penulisan Position Paper (Kertas Posisi) yang berupa sebuah teks atau tulisan yang menggambarkan posisi negara. Ada award untuk kertas posisi terbaik, Alhamdulillah saya (Devira) bisa mendapat award Best Position Paper.

Secara umum ada 3 bentuk persiapan:
1. Persiapan Substantif
Berupa dokumen negara, resolusi PBB sebelumnya, jurnal penelitian, rekapitulasi data, bahan debat, dan dokumen relevan lainnya
2. Persiapan Fungsional
Berupa latihan dalam pidato, debat, negosiasi, dan crowd appealing (persuasi khalayak) dan sebagainya yang sifatnya soft skill konferensi
3. Persiapan Posisional
Berupa harmonisasi visi kenegaraan terhadap konferensi dan topik dalam konsil, pemahaman delegasi yang komprehensif terkait keinginan negara yang diproyeksikan terhadap alur perdebatan konferensi.
Dapat berupa teks tertulis oleh para delegasi ataupun melalui perenungan dan pemikiran yang holistik tentang keadaan negara dan kebijakan negara terhadap topik yang diusung.

Tentunya ketiga persiapan ini harus berjalan sinkron terutama pada level konferensi international seperti FWWMUN, memang ada delegasi yang lebih memfokuskan pada beberapa persiapan dibanding yang lain.

MUN seperti halnya sidang PBB umumnya sangat dinamis dan alur perdebatan dapat berubah seketika dan menghilangkan nilai beberapa persiapan substansial atau bahkan posisional jika delegasi tidak siap untuk beradaptasi dengan cepat.

7. Bagaimana selama konferensi berlangsung secara umum?
Alhamdulillah kami bisa mengikuti semua sesi dengan baik, bahkan ada salah satu juri yang menyampaikan ke saya (Aziz) “Tunisia, Aziz right? If there ever was an award for Best Speaker, or anything regarding Verbal capability, you would definitely receive it. Unfortunately there aren’t any prepared by the committee.

(Tunisia, Aziz ya? Andaikan ada penghargaan untuk pembicara terbaik atau apapun terkait kemampuan verbal, pasti kamu yang menerimanya, namun karena keterbatasan panitia maka sangat disayangkan)

Kalau bagi saya (Devira) pelajari banyak hal. Diplomasi, demokrasi, negosiasi, kritik, debat, dan bahkan berteman.Tidak hanya membahas masalah dunia saat ini, tapi kita juga bisa saling mengenal, berbagai budaya dan keragaman masing-masing negara yang merupakan bagian yang menarik bagi saya. Tapi perasaan terbaik adalah ketika setiap gagasan dan solusi dari masing-masing delegasi dapat digabungkan menjadi satu rancangan resolusi untuk diserahkan ke PBB. Mendapat Award Best Position Paper of Economic and Financial Committee adalah persembahan terbaik saya khususnya untuk kedua orang tua, keluarga, guru-guru dan teman-teman yang telah membantu dan selalu mendukung saya.

Berbusana Jawa di FWWMUN

Devira “Best Position Paper Award”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*