Siswa MAN IC Serpong Kunjungi DPR dan LAPAS

Rabu, 28 Maret 2018
Malam ini tak seperti malam lainnya. Ruang OSIS – MPS (ROM) nampak lengang dan sepi kali ini. Aktivitas organisasi yang biasanya hidup dan mengalir seolah – olah pingsan dan tersendat. Insan yang biasanya memenuhi ruang ini hingga selasarnya, kini tinggal tersisa seperempatnya saja. Di sela – sela kegiatan organisasi yang terus menerus berjalan, saya menyempatkan diri untuk menuliskan sebuah catatan mengenai perjalanan hari ini. Saya persembahkan sebuah memoar perjalanan. Yuk, kita telusuri bersama perjalanan hari ini!

Siswa kelas XI MAN Insan Cendekia Serpong baru saja usai melaksanakan kegiatan pembelajaran aplikatif ke Gedung DPR/MPR dan LP Anak dan Wanita Kelas II.B Kota Tangerang. Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran aplikatif Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarga Negaraan (PPKN) dan Fiqih. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa MAN Insan Cendekia Serpong untuk meninjau dan melihat dari dekat bagaimana sistem dan cara kerja Dewan Perwaklian Rakyat (DPR) dan mengenal penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) secara langsung dengan bercengkrama dari dekat.

Perjalanan kegiatan ini dimulai sekitar pukul 6.15 pagi dengan berangkatnya 3 bus yang membawa sekitar 150 orang peserta kegiatan dari Kampus MAN Insan Cendekia Serpong. Rombongan tiba tepat pukul 8.00 melalui pintu belakang Gedung DPR/MPR. Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Gedung Nusantara III. Gedung ini dilintasi oleh rombongan menuju ruang sidang komisi X yang digunakan sebagai tempat utama pembelajaran aplikatif. Dalam perjalanan tersebut, saya sempat berpapasan dengan Ceu Popong yang notabene merupakan wakil rakyat tersepuh. Sayang, kesempatan langka itu tidak dapat didokumentasikan karena saya tidak berada dekat dengan kamera kala itu dan tidak semua siswa MAN Insan Cendekia Serpong mengenali Ceu Popong.

Kemudian, perjalanan rombongan berlanjut ke ruang rapat komisi X DPR-RI. Bentuk dan kondisinya ternyata serupa dengan apa yang sering kita saksikan bersama di media – media penyiaran. Di ruang itu rombongan dipertemukan dengan pegawai Kesekretariatan Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR-RI, Bapak Soepranto. Beliau menyambut kami dengan hangat dan terbuka.

Dalam ruang komisi X DPR-RI yang menjadi agenda utamanya adalah diskusi terbuka antara siswa MAN Insan Cendekia Serpong dengan perwakilan DPR-RI. Bapak Soepranto memulai pembicaraan dengan bertanya beberapa pertanyaan kepada siswa MAN Insan Cendekia Serpong. Salah satunya adalah mengenai jumlah komisi di DPR dan apa saja tugasnya. Saya dengan spontan mengangkat tangan yang kemudian dilanjutkan dengan membuka pembicaraan sesuai dengan norma yang ada di DPR-RI seraya menjawab secara terperinci 11 komisi yang ada berikut ranah penugasannya.

Sesi selanjutnya adalah diskusi umum yang terbuka. Beberapa siswa MAN Insan Cendekia Serpong menanyakan hal – hal yang variatif mengenai DPR-RI sebagai sebuah lembaga legislatif. Mulai dari kelanjutan dari Panitia Khusus (Pansus) yang membahas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga permasalahan yang menyebabkan kebanyakan rakyat enggan terjun ke politik secara global.

Sekitar pukul 10.30, Bapak Kuswiyanto selaku narasumber utama menghadiri pertemuan. Beliau merupakan Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi permasalahan utama Sosial, Agama, dan perlindungan anak – wanita. Beliau sendiri sedang dalam proses pengunduran diri dikarenakan keterlibatannya dalam ajang demokrasi di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Kabupaten Bojonegoro. Beliau mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati.

Dalam diskusi kali ini, beliau menekankan 5 aspek penting dalam menyongsong kehidupan di masa yang akan datang yaitu kesehatan jiwa, kesehatan pikiran, memiliki keterampilan, menjalin silahturahmi, dan teknologi. Beliau juga menjawab dengan lugas pertanyaan – pertanyaan yang ditanyakan para siswa. Mulai dari Substansi dan urgenitas RUU Perlindungan Kekerasan Seksual (PKS) hingga isu yang tengah santer berdentum yaitu bubarnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tahun 2030. Sesi ini dengan ditutup pukul 11.30

Rangakaian acara dilanjutkan dengan kunjungan mengelilingi gedung DPR/MPR sekaligus museum DPR RI dan ruang sidang MPR RI. Di akhir acara, hadir seorang tokoh bangsa yaitu M. Ali Taher yang berasal dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) sekaligus Ketua Komisi VIII DPR. Beliau berasal dari daerah pemilihan (dapil) Banten III yang mencakup Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang). Kunjungan pembelajaran aplikatif ke Gedung DPR/MPR diakhiri dengan sesi foto bersama di depan gedung kura – kura.

Perjalanan dilanjutkan menuju destinasi utama yang kedua yaitu Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak – Wanita Kelas II.B Kota Tangerang. Kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00. kegiatan ini dimulai dengan rangkaian sambutan, penyerahan cinderamata, do’a, dan ramah tamah. Sesi ramah tamah merupakan sesi sharing pengalaman dan kehidupan antara warga binaan denga siswa kelas XI MAN Insan Cendekia Serpong. Kegiatan ini berakhir pada pukul 16.30. kemudian dilanjutkan dengan sholat ashar berjamaah dan kembali ke kampus MAN Insan Cendekia Serpong. Rombongan tiba dengan selamat di Kampus MAN Insan Cendekia Serpong sekitar pukul 18.30.

Menilik pengalaman pertama yang dialami siswa, baik perjalanan menuju kedua tempat itu. Semoga dapat diambil hikmah dan pelajaran berharga yang nantinya dapat berguna di hari esok guna membangun generasi emas Indonesia di tahun 2045.

*Satrio Alif Febriyanto
Divisi Jurnalistik OS-Cendekia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*